Pada awalnya saya sangat kesulitan meminta anak perempuan yg saya beri nama Aulia untuk suka dg kitab allah alquran, sudah berbagai cara dari minta bantuan guru di sekolah, keluarga yg sdh hafal dll. pada prinsipnya sesuatu hal yg baik harus dipaksakan apalagi soal agama kan demi kebaikan anak juga. saat liburan lebaran kemarin kami pergi ke rumah simbah buyut yg sedang sakit, saya sengaja menerapkan hidup sederhana ternyata itu berhasil, aulia melihat simbah uyut dengan penuh iklas menjalani hidup tanpa keluh kesah hal itu membuat aulia lebih bersyukur.sekembalinya ke jakarta kami mendengar kabar bahwa simbah uyut meninggal, dan saking sayangnya aulia bertanya "mah, simbah uyut dikuburan lagi diapain ya ?" saya pun dengan sabar memberitahu bahwa islam punya ketentuan yg wajib dijalankan, aulia mulai suka membaca kisah nabi dan bagaimana cara meringankan siksa kubur, amalan apa yg membantu dan persiapan apa yg berguna sampai manusia itu dikubur...lama kelamaan aulia dengan sadar diri bersedia mendalami alquran.
ada teman yg memberitahu bahwa di komplek residence ada rumah tahfiz aliklas (program dari ustad yusuf mansur) dan saya pun daftar kan aulia disitu. awalnya masih malu karena dia anak baru dg hafalan yg sedikit, lama kelamaan ya malah asyik saking senengnya hafalan sekarang aulia jadi stres kalo disekolah ada pelajaran akademik, sampai dia bertanya "mah, emang dikuburan ada akademik yah ?" dan efek dari sibuk di sekolah dan ngaji aulia jadi sakit ternyata kata pak guru agama disekolah saat anak sudah senang ngaji tapi masih beban disekolah yo pasti badan panas apalagi amalan asmaul usnah dll, aulia sekarang kls 5 SD dia pengen kelak bisa masuk pondok, ya semoga tercapai cita-citanya....amiiiiin
akan ada cerita lanjutannya ya...........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar